Belajar Komputer

  • Hello world! - WordPress へようこそ。こちらは最初の投稿です。編集または削除し、コンテンツ作成を始めてください。
    6 tahun yang lalu

Mading Online

Tribun Pekanbaru

Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Menjaga Kesehatan Kulit

Kesehatan kulit dipengaruhi banyak faktor. Dari dalam tubuh yang berpengaruh adalah hormon, genetik, stres, asupan gizi dan radikal bebas. Sedangkan dari luar, kulit dipengaruhi oleh kondisi lingkungan: tingkat polusi, asap, debu dan sinar matahari. Banyak mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran sangat baik bagi kulit, karena mengandung banyak vitamin dan zat anti oksidan yang berguna untuk melawan radikal bebas.

Pengelupasan kulit untuk perawatan
Sesuai proses alam sel-sel kulit beregenerasi setiap 28 hari. Tapi pengelupasan kulit membutuhkan waktu lama dan tidak terjadi secara otomatis. Oleh karena itu perlu dilakukan perawatan untuk membongkar tumpukan kulit yang mati. Perawatan akan mempercepat proses pergantian kulit dan meningkatkan aliran darah.

Cara yang paling sederhana untuk mengelupas kulit ari adalah memakai sabun untuk menggosok kulit. Semua jenis sabun mandi bisa digunakan. Sabun yang mengandung belerang, misalnya JF sulfur, lebih efektif dalam mengelupas kulit ari yang mati dan mencegah jerawat. Namun hati-hati jika memiliki kulit kering atau sensitif, karena sabun mudah menyebabkan iritasi. Pilihlah sabun yang aman dan lebih lembut, misalnya sabun yang ditambahkan vitamin E maupun pelembab, seperti sabun Priti, Lux, dsb. Sedangkan untuk kulit wajah yang teksturnya lebih lembut, lebih baik gunakan sabun khusus wajah, seperti Biore, Oil of Ulan, Dove, dsb.

Perawatan berkala untuk mengelupas kulit bisa menggunakan masker kimia yang kandungan enzimnya mampu mengikat sel kulit mati dan menghancurkan jaringan. Bisa menggunakan lulur mangir tradisional, lulur kocok Mustika Ratu yang praktis sampai body scrub dari Kao.

Mempertahankan kelembaban kulit
Pelembab tetap diperlukan walaupun meskipun kulit sudah sehat dan segar, karena pelembab mendorong kulit melakukan regenerasi dan juga memberikan asupan gizi bagi kulit. Mempertahankan kelembaban kulit dengan memberikan lotion segera setelah mandi, karena pori-pori kulit masih terbuka sehingga lebih mudah meresap. Saat ini banyak produk pelembab yang ditambahkan dengan AHA (Alpha Hidrocxy Acid), misalnya Plenitude Excell atau Vaseline Intensive Care Lotion. AHA dinilai mampu melembabkan lapisan kulit lebih dalam, merangsang tumbuhnya sel-sel baru, bahkan mengurangi keriput.

Tabir surya sebagai perisai kulit
Indonesia berada di daerah tropis dengan intensitas sinar matahari yang tinggi sehingga kita perlu menggunakan krim tabir surya setiap hari. Pakailah tabir surya yang mengandung sekurangnya SPF 15. Krim yang mengandung SPF 15 berarti akan meneruskan sinar matahari seperlima belas saja. Pakailah krim tabir surya minimal 30 menit sebelum keluar rumah agar krim meresap terlebih dulu. Tabir surya dapat dioleskan di seluruh bagian tubuh yang terbuka, terutama wajah, tapi jangan sampai terkena mata.

Air sangat penting
Tubuh kehilangan banyak cairan ketika berkeringat, bahkan tanpa berkeringat pun tubuh kita akan kehilangan sekitar 0,35 liter tiap hari. Karena itu banyaklah minum air putih minimal 1.5 liter tiap hari agar tidak kekurangan cairan dan kulit terlihat segar, tidak kering ataupun kusam.So, mulailah merawat dan menyayangi kulit kita, karena kulit yang sehat mencerminkan tubuh kita yang sehat pula. Selain itu kulit yang sehat akan melaksanakan fungsi-fungsinya secara optimal (niex, dari berbagai sumber)

posted by rumah-sehat @ 10:04 PM

Tujuh Cara Mengatasi Asma

SESAK yang sering dikeluhkan pengidap asma memang menjengkelkan. Apalagi jika kekambuhannya lebih dari 1 atau 2 kali dalam seminggu. Asma dapat mengganggu kinerja dan aktivitas seseorang sehingga terasa menjengkelkan bagi penderitanya. Penyakit ini bahkan dikatakan sebagai biang kerok utama atas ketidakhadiran di tempat kerja dan di sekolah. Selain mengganggu aktivitas. Untuk mengetahui bagaimana cara mengontrol penyakit asma, penderita perlu mengenal asma terlebih dahulu.
Asma adalah penyakit peradangan saluran nafas kronik akibat terjadinya peningkatan kepekaan saluran nafas terhadap berbagai rangsangan. Pada penderita yang peka, hal ini akan menyebabkan munculnya serangan batuk, bunyi mengi, banyak dahak, sesak nafas, dan rasa tidak enak di dada terutama pada malam hari atau menjelang pagi. Belum diketahui secara pasti mengapa pada sebagian orang saluran nafasnya meradang dan pada sebagian lain normal. Tetapi kejadian tersebut biasanya ditemukan pada keluarga atopik (keluarga alergi) yang dapat mewariskan sifat alergi ini kepada turunannya.

Kelainan utama penyakit asma adalah peradangan saluran nafas, sehingga pengelolaannya bukan ditujukan untuk menghilangkan sesak nafas semata, tetapi juga berbagai tujuan berikut yaitu, agar penderita dapat melakukan latihan jasmani termasuk lari dan olah raga lain, mempunyai fungsi paru mendekati normal dan gejala asmanya menghilang atau minimal. Tujuan lain adalah agar serangan asma minimal, pemakaian obat untuk serangan sesak berkurang, dan tidak ditemukan efek samping obat.
Dalam panduan GINA (Global Initiative for Asthma) 2002 yang dibuat oleh National Heart, Lung and Blood Institute & World Health Organization (NHBLI/WHO), menyebutkan untuk mewujudkan tujuan tersebut, dokter maupun penderita asma dianjurkan untuk mempelajari, memahami, dan mengerjakan apa yang disebut "tujuh jurus ampuh untuk mengatasi penyakit asma".

Pertama, penyuluhan (edukasi) mengenai penyakit asma pada penderita asma dan keluarganya. Pepatah mengatakan, "tak kenal maka tak sayang". Ibarat sepasang muda-mudi yang baru pertama berjumpa, tak kan mau menyayangi dan mengorbankan diri, sebelum mengenal lebih jauh pasangannya. Demikian pula dengan penderita asma. Pengenalan tentang seluk beluk asma, bagaimana pengobatan serta pencegahan yang benar, akan membuat penderita dan keluarganya mengerti sehingga termotivasi untuk berusaha kuat mengatasi penyakitnya. Karena itu edukasi menjadi faktor kunci dalam pengobatan asma.

Kedua, mengetahui obat-obat asma, baik kegunaan maupun efek sampingnya. Terdapat dua jenis obat asma yaitu, obat-obat kerja cepat untuk mengatasi dengan segera serangan sesak nafas (reliver), dan obat-obat pencegahan jangka lama, untuk mengatasi peradangan saluran nafas (preventer/controller). Yang termasuk obat reliver adalah obat-obat bronkodilator kerja cepat seperti, salbuterol Albuterol, metaproterenol, terbutaline, dan procaterol. Selain itu, obat golongan anti cholinergik, teofilin kerja cepat, suntikan adrenalin atau epinefrin juga dapat dijadikan pilihan.
Penelitian para ahli belakangan ini menyebutkan bahwa peradangan yang kronik dapat merubah struktur dinding saluran nafas, sehingga menyebabkan remodelling pada dinding saluran nafas. Karena itu, pengobatan pencegahan jangka lama sangat dianjurkan. Obat pencegahan jangka lama yang dapat dipakai adalah kortikosteroid, cromoglycate, nedcromil, agonis B2 kerja lama, teofilin lepas lambat, dan leukotrien. Dari semua jenis obat yang tersedia, pemakaian obat inhalasi lebih diutamakan mengingat efeknya yang cepat, dosis yang kecil dan efek samping yang minimal meskipun diberikan dalam jangka panjang.

Ketiga, mengobati atau mengelola penyakit asma. Pengobatan tidak hanya dilakukan ketika serangan asma sedang berlangsung, tetapi juga saat tidak dalam serangan. Pengelolaan asma saat tidak dalam serangan dilakukan melalui pengobatan pencegahan dan latihan olah raga terpimpin. Penderita asma dengan tipe intermiten (sangat ringan) yang kekambuhannya dalam 1 minggu kurang dari 1 atau 2 kali, tidak memerlukan pengobatan pencegahan. Namun, penderita asma dengan tipe persisten ringan, persisten sedang dan persisten berat, harus mendapatkan terapi pencegahan secara bertahap disesuaikan dengan klasifikasinya.
Untuk memudahkan penanganan, penderita yang sedang mengalami serangan asma, dibagi menjadi 3 kriteria, yaitu penderita dengan serangan asma ringan, serangan sedang dan serangan berat. Salah satu tanda untuk melihat pembagian berat ringannya serangan adalah dengan melihat cara berbicara. Bila ketika berbicara penderita masih dapat menyelesaikan kalimat, klasifikasi yang diberikan adalah serangan asma ringan. Saat penderita berbicara dengan suara terputus-putus, maka penderita digolongkan dalam serangan asma sedang. Tetapi jika penderita sudah mengalami kesulitan bicara karena sesak, penderita masuk dalam kelompok serangan asma berat. Penderita yang mengalami serangan ringan dapat diobati sendiri di rumah. Namun penderita yang mendapatkan serangan sedang dan berat harus ditangani di rumah sakit.

Keempat, mempelajari dan memahami faktor-faktor pencetus serangan asma (allergen), dan mengetahui cara mengendalikannya. Faktor-faktor pencetus ini dapat berbeda antara penderita yang satu dengan lainnya. Faktor-faktor yang sering dikatakan sebagai pemicu di antaranya adalah faktor alergen, emosi atau stres, infeksi, zat makanan, zat kimia, faktor fisik seperti perubahan cuaca, kegiatan jasmani, dan obat-obatan. Kerja faktor pencetus ini pun berbeda, ada faktor pencetus yang bisa mengakibatkan penyempitan saluran nafas (bronchospasme), seperti emosi, udara dingin, latihan, dan lain-lain. Ada pula faktor pencetus yang terutama menyebabkan peradangan seperti infeksi saluran pernafasan akut, alergen, zat kimia, dan asap rokok. Sebagian besar serangan asma dapat dicegah dengan menghindari faktor-faktor pencetus tersebut. Penderita yang gemar menghindar atau merubah perilaku untuk menjauhi factor pemicu, akan dengan mudah mencapai tujuan pengobatan asma. Sebaliknya, penderita yang "cuek" tak pernah berpantang dengan faktor pemicu akan sulit memperoleh kemajuan dalam pengobatan.

Kelima, membuat rencana emergensi (Action Plan). Action plan terutama diperlukan ketika serangan asma akan kambuh, dan penderita membutuhkan pertolongan secepatnya. Penanganan dengan cepat dan tepat dapat dilakukan bila penderita dan keluarganya membuat rencana emergensi secara tertulis bersama dokter, dan mengetahui kapan penyakit asmanya mulai tidak terkendali. Namun, bila penderita tidak mempunyai action plan, pengelolaan yang diberikan akan memakan waktu lebih lama, bahkan dapat terjadi underdiagnosa atau overdiagnosa sehingga merugikan penderita. Tidak terkendalinya asma mulai tampak manakala penderita dan keluarganya menemukan keadaan-keadaan sebagai berikut : gejala asma semakin bertambah, pemakaian obat bronkodilator kian sering, gejala asmanya tidak dapat dikurangi atau dihilangkan dengan bronkodilator, dan bila mempunyai alat Peak flow meter, alat tersebut akan menunjukan penurunan arus puncak ekspirasi (APE) serta kenaikan variability. Sewaktu keadaan-keadaan tersebut muncul, tindakan harus segera diambil agar penyakit kembali terkendali.

Keenam, rehabilitasi dan peningkatan kebugaran jasmani dengan olah raga atau latihan jasmani terpimpin. Penderita asma sering mengalami sesak sehingga sebagian otot-otot pernafasan kerap digunakan, sementara sebagian otot yang lain tidak. Otot-otot pernafasan yang banyak digunakan akan membesar dan yang jarang digunakan akan melemah. Akibatnya, efisiensi dan koordinasi pernafasan menjadi kurang baik, fungsi paru serta pertahanan paru pun menurun. Selain itu penderita asma juga terkadang mengalami keterbatasan fisik atau membatasi pekerjaan fisik karena takut sesak, sehingga kebugaran jasmaninya berkurang. Dengan melakukan latihan jasmani secara teratur yang terpimpin, otot pernafasan akan kembali berfungsi normal, kenaikan kapasitas vital paru meningkat dan kebugaran jasmani pun menjadi lebih baik.

Ketujuh, memonitor dan mengikuti perkembangan (follow up) penyakit penderita asma secara teratur. Hingga kini penyakit asma belum dapat disembuhkan, dan gejala asmanya sering bervariasi. Karena itu pengobatan harus dilakukan seumur hidup dan dimonitor serta diiikuti perkembangannya terus menerus. Hal ini diperlukan untuk melihat cocok tidaknya obat yang diberikan dalam mengendalikan asma. Dokter akan mengevaluasi apakah obat perlu ditambah, dikurangi atau dihentikan. Bila keadaan dan kebugaran jasmani penderita memang telah membaik, pengobatan dapat dihentikan.
Mengingat keadaan sosial ekonomi di Indonesia yang cukup beragam, para dokter diharapkan dapat mengadaptasi pengelolaan asma sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Tetapi yang terpenting prinsip dasar pengobatan harus tetap sama. Penderita dianjurkan agar proaktif dan semangat dalam mengatasi penyakitnya, serta tetap bekerjasama dengan dokter agar tujuan pengobatan asma dapat terwujud. Satu hal yang perlu diingat oleh penderita asma demi tercapainya tujuan tersebut, jangan biarkan asma mengendalikan Anda, tetapi Anda yang harus mengendalikan asma.
posted by :http://srundeng.blogspot.com/2007/05/tujuh-cara-mengatasi-asma.html

Cara Mengatasi Penyakit Jantung Koroner?

PJK (penyakit jantung koroner) di banyak negara, termasuk Indonesia, adalah pembunuh nomor satu. Sering sekali kita mendengar seseorang mati mendadak karena penyakit yang berhubungan dengan organ terpenting tubuh, yaitu jantung. Kematian ini biasanya kita sebut dengan serangan jantung mendadak.

Persentase kematian akibat penyakit ini di negara berkembang terutama Indonesia meningkat. Dilaporkan Badan Litbang Departemen Kesehatan RI, persentase kematian meningkat dari 5,9 persen (1975) menjadi 9,1 persen (1986) dan 19,0 persen (1995). Beberapa ahli mengatakan bahwa penyakit ini kini sudah menjadi epidemi global tanpa mengenal perbedaan jenis kelamin, batas geografis dan sosial ekonomi.

Gejala serangan jantung umumnya adalah tiba-tiba dada terasa nyeri, seperti tertekan atau tertindi beban berat, terutama di bagian dada kiri, lengan kiri, leher kiri, rahang dan telinga kiri, bahkan kadang sampai ke ulu hati.


Rasa nyeri dada yang khas di atas disebut sebagai angina pectoris. Nyeri pada angina pectoris terjadi akibat ketidakseimbangan antara kebutuhan oksigen jantung dan penyediaan oksigen. Dengan kata lain nyeri timbul akibat kurangnya masukan oksigen untuk jantung (iskemia jantung) akibat penyumbatan pada arteri koronaria, sedangkan jantung tetap membutuhkan oksigen.

Minimnya oksigen untuk jantung akan mengakibatkan kerusakan otot jantung secara permanen. Makin luas kerusakan otot jantung makin parah gejalanya. Kematian secara mendadak bisa terjadi akibat terjadinya gagal jantung dimana jantung berhenti karena tidak bisa memompa darah.

Pada prinsipnya pengobatan PJK ditujukan untuk agar terjadi keseimbangan lagi antara kebutuhan oksigen jantung dan penyediaannya. Aliran darah melalui arteri koronaria harus kembali ada dan lancar untuk jantung. Suplai darah dan oksigen harus dinormalkan lagi.

Bila belum parah, penderita PJK harus beristirahat bekerja. Pengobatan harus segera dilakukan untuk mengurangi gejala dan kambuh mendadak. Pada keadaan yang lebih parah, penderita harus dioperasi u ntuk melebarkan kembali pembuluh darah yang menyempit, arteri koronaria yang tersumbat.

Pola hidup sehat pun harus diterapkan untuk mengurangi resiko serangan jantung mendadak. Tidak mengkonsumsi makanan berlemak jenuh yang tinggi, berhenti merokok, mengurangi berat badan dan mengurangi tingkat stress, sering berolahraga untuk membakar lemak, adalah tindakan yang harus segera diambil agar penyakit jantung tidak kambuh lagi.

Untuk mereka yang belum terkena penyakit jantung namun menganut pola makan buruk, harus segera merubah sikap agar tidak terkena penyakit jantung. Gaya hidup sehat adalah pola hidup terbaik untuk mengurangi resiko terkena penyakit jantung. Sebab bila sudah terkena, maka biaya pasti akan membengkak untuk mengobatinya.

Pemeriksaan ke dokter secara rutin juga perlu untuk mereka yang sudah kena penyakit jantung koroner.

Dengan mengkonsumsi herbal, penyakit jantung koroner juga dapat dicegah dan diobati. Ada banyak herbal yang mengaku bisa membantu menyembuhkan PJK. Salah satunya adalah tumbuhan sarang semut, tumbuhan asli Papua yang masih dipakai masyarakat sekitar untuk menyembuhkan banyak penyakit dalam, termasuk PJK dan kanker.

Memang, masih sedikit orang yang sadar akan keampuhan dan keefektifan tumbuhan sarang semut ini. Namun banyak ahli tanaman obat manyatakan pengakuan mereka akan kehebatan tumbuhan sarang semut untuk mengobati dan mencegah penyakit berat seperti PJK, kanker.